hilangnya budaya antre
Budaya antre, rela mengantri untuk mendapat giliran, sayangnya jarang sekali ada yang mau untuk mengantre, padahal dengan antrean suatu kegiatan akan selesai dengan secepatnya, jika saling dorong sudah jelas merupakan perilaku ambisi. Mungkinkah kita orang Indonesia berperilaku tidak sabaran ? sehingga tidak mau mengantre. Bisa jadi warga negara indonesia merupakan manusia yang tidak sabaran sehingga main dorong.
Coba kalau budaya antre di patuhi mungkin tidak akan terjadi hal-hal yang tidak di inginkan, coba lihat Insiden Pasuruan, kasihan para nenek-nenek berusia lanjut di injak-injak orang -orang yang mengabaikan budaya antre. Akibat perilaku tidak sabaran tersebut para nenek-nenek melayang nyawanya demi rupiah. Tidak ada lagi rasa untuk saling mendahulukan yang lebih tua, pokoknya siapa yang berotot dia lah yang menang. SUDAH BERLAKU HUKUM RIMBAH. Malang benar
Budaya mengantre tidak melekat pada warga masyarakat Indonesia, coba lihat di jalan raya pada main serobot demi sampai di tujuan, akibat ulahnya kecelakaanpun terjadi nyawa pun melayang dengan sia-sia , dasar orang tidak sabaran, egois, ambisi.
Potret INSIDEN PASURUAN

























banyak orang lapar di pasuruan… *sigh*
entahlah mereka laper ato tak punya uang ? banyak politisi berkampanye atas nama kemiskinan, bukannya kalo udah bisa menolong orang miskin tak usah tunggu jadi presedin baru mo sedekah…?
selalu ladang kemiskinan di jadikan barang politik, dasar para kampret, banyak ngomong tak punya kontrubusi.
mau Piliha Anggota Dewan Kayak Ghini Gak..
http://calegindonesia.com/script/news/IncNewsDetail.asp?no=255&NewsID=255
ayo semangat coblos
Sebenarnya niat bagi2 rejeki alias beramal atau niat pamer kekayaan sih?
Ya mereka brsedekah, cuma kurang inisiatif
baru saat di Jepang, benar-benar melihat budaya antri:)
@lagi belajar dijepan ya
Kabarnya jepang orangnya pd tertip, suka antre